Natsume Kinnosuke yang lebih dikenal dengan nama pena Soseki, lahir di tahun 1867.Novel pertama Soseki merupakan satir sosial berjudul Wagahai wa Neko de Aru (I am a Cat). Novel ini diterbitkan di tahun 1905. Didorong kesuksesan karya ini, Soseki menerbitkan novel keduanya, BOTCHAN, di tahun 1906. Buku ini pun menjadi sangat terkenal, dan terus menjadi favorit para pembaca Jepang.
Review Seperti cerita The Adventures of Huckleberry Finn, BOTCHAN mengisahkan pemberontakan seorang guru terhadap “sistem” di sebuah sekolah desa. Sifat BOTCHAN yang selalu terus terang dan tidak mau berpura-pura sering kali membuat ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Cerita yang dituturkan secara humpris ini sanagt populer di kalangan tua dan muda di Jepang, dan barangkali merupakan novel klasik yang paling banyak dibaca di Jepang modern.
Kata BOTCHAN tidak dapat diterjemahkan karena berbagai nuansa yang terkandung didalamnya. Pada dasarnya kata itu merupakan panggilan sopan untuk para anak laki-laki, terutama ketika mereka masih kanak-kanak, dari keluarga terpandang. Sapaan ini serupa dengan “tuan muda”, namun dengan nuansa kedekatan dan kasih sayang didalamnya. Dalam beberapa kasus, kita ini juga bisa digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang agak manja dan menuruti kemauannya sendiri, karena latar belakangnya. Akan tetapi, alasan utama mengapa Soseki menamakan protagonis novel ini BOTCHAN adalah karena ia berusaha menyampaikan perasaan kasipembaca di dunia barat, alur cerita novel ini mungkin terasa tipis, dan mungkin akan bertanya-tanya kenapa h sayang dan kesetiaan mendalam yang dimiliki Kiyo, si pelayan tua, kepadanya. Bagi buku ini begitu menarik bagi pembaca Jepang. Memang tidak ada ide besar dalam kisah ini. Mengatakan bahwa humor di dalamnya sudah ketinggalan zaman pun tidak keliru. Tapi buku ini memiliki daya tarik yyang besar bagi masyarakat Jepang. Sebagian dari daya tarik ini dapat ditemui pada sikap ksatria yang diembuskan BOTCHAN dari satu kemelut ke kemelut yang lain. Dia tidak tunduk pada seseorang atau pada suatu norma, dan ini membuatnya dicintai pembaca modern Jepang seperti pula pembaca enam puluh tahun lalu, karena bahkan saat ini pun orang Jepang merasa terkungkung ketatnya tatakrama sosial. Mungkin daya tarik terbesar yang dimiliki BOTCHAN bagi para pembaca masa kini adalah rasa nostalgianya. Rasa yang muncul bagi diri pembaca Jepang bisa jadi serupa dengan rasa yang timbul pada orang Inggris atau Amerika ketika mereka membaca detail dalam Victoria Christmas karya Charles Dickens. BOTCHAN dikatakan sebagai novel favorit Soseki dan menduduki posisi penting dalam sastra Jepang. BOTCHAN telah sering kali didramatisasi, terutama untuk konsumsi televisi.
keep me in rock :) !



Tidak ada komentar:
Posting Komentar